Pages

Program SMK

Saat ini di SMK terdapat 6 bidang keahlian, 40 program studi, dan 121 kompetensi keahlian. Jumlah ini nantinya akan berkembang seiring diterapkannya Kurikulum 2013. 

Menyikapi perubahan pada kurikulum ini, Anang melanjutkan, secara umum hanya terletak pada perubahan mata pelajaran wajib saja, seperti Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Sementara pelajaran lainnya tetap berjalan sesuai peminatan siswa. Yang terpenting diketahui adalah ada dua program SMK yang diselesaikan dalam waktu berbeda, yaitu program tiga tahun dan program empat tahun (satu tahun praktik lapangan). 

"Jadi, lulusan SMK punya pangsa pasar tersendiri, yaitu partner industri. Bahkan, walaupun belum lulus, sudah ada yang memesan," tambah Anang. 

Konsep ini sesuai dengan desain awal SMK, yaitu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat. Proses pembelajarannya pun diarahkan pada kemandirian untuk menciptakan peluang usaha. 

Siswa diberi kebebasan untuk berinovasi dan berkreativitas sesuai dengan bidangnya. Guru hanya menyampaikan permasalahannya. Sementara solusinya diserahkan kepada siswa, kemudian harus mereka presentasikan. 

"Dengan begitu, siswa terlatih berinovasi menciptakan ide-ide baru untuk dikritisi guru dan teman-temannya sendiri untuk kemudian diperbaiki. Di sisi lain, communication skill siswa juga terlatih," tutur Anang. 

Selain itu, guru juga berperan untuk mengajarkan sosial kultur guna memberikan bekal siswa dalam berinteraksi di lingkungan kerja. Dengan berbagai keahlian yang dimiliki, lulusan SMK memiliki banyak pilihan dalam mencari kehidupan, yaitu berkarir di dunia industri atau menekuni usaha sendiri. Semua itu bisa dilakukan oleh lulusan SMK, yang tentu saja, sesuai dengan kredo; SMK Bisa!